"Keberanian sejati bukan berarti tidak ada rasa takut dalam diri tatapi kemampuan untuk mengulangnya walaupun takut setengah mati"

"Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan"

Rabu, 15 September 2010

Eid mubarak....


Eid mubarak....

Hari raya idul fitri kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya aku harus pulang ke rumah dan mengeluh kesepian. Maka kali ini aku ke desa nenek di palopo (sekitar 300 km dari kota makassar).

yup setelah 8 tahun tak ke sana.....tentunya bukan karena saya MALAS. Keinginan untuk ke sana pasti ada, namun pasti ada halangan, seperti tugas dari university atau kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan. well, kali ini saya pergi dengan kak alwan dan bapak dengan mobil kijang pick up kami.

Hmmm, sungguh 8 jam yang menyiksa. Aku harus duduk selama itu, tapi kelelahan itu tak berarti jika aku bertemu dengan keluarga di sana. Pasti telah terjadi perubahan "besar", batinku dan yahh....tentu saja, aku mengharapkan sesuatu yang berbeda dari hidupku yang cukup monoton selama ini.

Palopo.....

Banyak perubahan, seingatku beberapa rumah yang dulunya rumah panggung berubah menjadi rumah batu, bertemu dengan orang-orang yang kukenal dulu berukuran kecil (berdasarkan pengamatan waktu umur 14 tahun ;) sekarang tampak dewasa--->termasuk sepupuku sendiri hehe~~. Bertemu dengan orang semula tidak kukenal ternyata adalah keluarga yang sangat dekat. Dan yang paling mengguncang adalah aku telah menjadi "NENEk"...(aku masih terlalu muda untuk menjadi seorang nenek), ya..ponakanku yang lebih tua telah menikah dan mempunyai anak, hmmm....setidaknya panggillah aku "nenek muda" hihi~~. 

Terkadang komunikasi masih sulit, orang yang lebih tua selalu menggunakan bahasa luwu dibanding bahasa indonesia sedangkan aku hanya bisa bahasa makassar (toh aku dibesarkan di makassar) Alhasil, aku hanya bisa mengangguk (tanpa "ya" tapi tak paham), hanya bisa mengartikan sedikit demi sedikit.

Menikmati masakan "kapurung" adalah hal favoritku (kapurung, makanan berkuah khas luwu yang terbuat dari sagu disiram air panas dan dibuat bulat2, kemudian dicampur beberapa bumbu, daging dan sayur). Setidaknya ini membuktikan kalo aku juga orang luwu ^_^.  Belajar memasak masakan khas luwu bersama sepupu. Ke sungai sekedar untuk membasahi pakaian dan berziarah ke makan nenek dan kakek.

Perjalanan dilanjutkan ke kota pare-pare, ke rumah saudara bapak. kuhitung-hitung baru dua kali ke sana, melihat sepupuku yang sudah besar-besar. "Coba tidak datangki, mungkin kulupa-lupa muka'Ta kak" komen sepupuku. Yahh..maaf dik, bukannya aku acuh atau apa, tapi betul aku tak ada kesempatan ke sana. Ini adalah pertemuan kita yang ke 4 kalinya maybe..(beginilah nasib jika orang tua pergi merantau, jadinya jauh dari keluarga). Jika tak diketemukan dan dikenalkan mungkin bertemu di jalan belum tentu bisa saling menyapa :).

Di sana hanya 3 hari, berharap aku bisa ke sana lagi...

palopo..mizz u so much.

 



2 komentar:

TiswanSipakkatau mengatakan...

Mantap touringnya,..hehehhe......

Anonim mengatakan...

Keren...kapurung namo saya...hehhe...

memang silahturahmi itu sangat dan sangat perlu kita lakukan...selamat menuai makna..:)