"Keberanian sejati bukan berarti tidak ada rasa takut dalam diri tatapi kemampuan untuk mengulangnya walaupun takut setengah mati"

"Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan"

Jumat, 15 Oktober 2010

ikhlaskan hatiku ya Allah

Makassar pagi....
Hari ini cukup tersakiti....
Bukan kusesalkan kalian pergi tapi mengapa tak ada konfirmasi sebelumnya, setidaknya aku tidak mengiyakan "hal" lain. "Semuanya perlu rencana" karena kita adalah satu sistem.
Aku belajar memahami kalian, mendengar cerita kalian, tapi setidaknya hanya satu kalian bisa memahami perasaanku.

Aku selalu teringat pesan Ibu, hidup bukan untuk mengeluh, kamu harus bisa survive dan bertahan
Ikhlaskan hatiku ya Allah, jagalah mereka karena aku menyayangi mereka selayaknya saudaraku sendiri.
Perjalananku masih panjang....
waktuku di sini, sisa kurang lebih 2 bulan.
Aku berbesar hati ingin mengamalkan apa yang telah aku dapatkan...
Akankah mereka mengerti??

Rabu, 29 September 2010

Bouraq net....konsekuensi kebersamaan.

ketika kebersamaan tergeser karena kepentingan masing-masing, mungkin akan selalu seperti itu. (konsekuensi, setelah merasakan kebersamaan mungkin akan terjadi perpisahan).

aku terkadang takut untuk merasakan semuanya, takut setelah bersama aku akan kehilangan kalian. Kalian dengan dunia dan kesibukan kalian masing-masing, mungkin rasa rindu akan sangat berbekas atau sepertinya kita akan saling melupakan, seperti cerita-cerita sebelumnya, layaknya di novel-novel dan cerita yang aku dengar.

aku berharap aku akan segera menemukan duniaku....
duniaku sendiri....i hope.

Jumat, 17 September 2010

Langit di atas sana....


Adapun para bijak bestari terusik titik-titik cahaya langit,

Lalu memberi nama kepada tiap bintang yang abadi yang senantiasa menerangi malam, tanpa pamrih lebih banyak dibanding mahluk berjalan yang tak tahu siapa mereka.

Rabu, 15 September 2010

Eid mubarak....


Eid mubarak....

Hari raya idul fitri kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya aku harus pulang ke rumah dan mengeluh kesepian. Maka kali ini aku ke desa nenek di palopo (sekitar 300 km dari kota makassar).

yup setelah 8 tahun tak ke sana.....tentunya bukan karena saya MALAS. Keinginan untuk ke sana pasti ada, namun pasti ada halangan, seperti tugas dari university atau kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan. well, kali ini saya pergi dengan kak alwan dan bapak dengan mobil kijang pick up kami.

Hmmm, sungguh 8 jam yang menyiksa. Aku harus duduk selama itu, tapi kelelahan itu tak berarti jika aku bertemu dengan keluarga di sana. Pasti telah terjadi perubahan "besar", batinku dan yahh....tentu saja, aku mengharapkan sesuatu yang berbeda dari hidupku yang cukup monoton selama ini.

Palopo.....

Banyak perubahan, seingatku beberapa rumah yang dulunya rumah panggung berubah menjadi rumah batu, bertemu dengan orang-orang yang kukenal dulu berukuran kecil (berdasarkan pengamatan waktu umur 14 tahun ;) sekarang tampak dewasa--->termasuk sepupuku sendiri hehe~~. Bertemu dengan orang semula tidak kukenal ternyata adalah keluarga yang sangat dekat. Dan yang paling mengguncang adalah aku telah menjadi "NENEk"...(aku masih terlalu muda untuk menjadi seorang nenek), ya..ponakanku yang lebih tua telah menikah dan mempunyai anak, hmmm....setidaknya panggillah aku "nenek muda" hihi~~. 

Terkadang komunikasi masih sulit, orang yang lebih tua selalu menggunakan bahasa luwu dibanding bahasa indonesia sedangkan aku hanya bisa bahasa makassar (toh aku dibesarkan di makassar) Alhasil, aku hanya bisa mengangguk (tanpa "ya" tapi tak paham), hanya bisa mengartikan sedikit demi sedikit.

Menikmati masakan "kapurung" adalah hal favoritku (kapurung, makanan berkuah khas luwu yang terbuat dari sagu disiram air panas dan dibuat bulat2, kemudian dicampur beberapa bumbu, daging dan sayur). Setidaknya ini membuktikan kalo aku juga orang luwu ^_^.  Belajar memasak masakan khas luwu bersama sepupu. Ke sungai sekedar untuk membasahi pakaian dan berziarah ke makan nenek dan kakek.

Perjalanan dilanjutkan ke kota pare-pare, ke rumah saudara bapak. kuhitung-hitung baru dua kali ke sana, melihat sepupuku yang sudah besar-besar. "Coba tidak datangki, mungkin kulupa-lupa muka'Ta kak" komen sepupuku. Yahh..maaf dik, bukannya aku acuh atau apa, tapi betul aku tak ada kesempatan ke sana. Ini adalah pertemuan kita yang ke 4 kalinya maybe..(beginilah nasib jika orang tua pergi merantau, jadinya jauh dari keluarga). Jika tak diketemukan dan dikenalkan mungkin bertemu di jalan belum tentu bisa saling menyapa :).

Di sana hanya 3 hari, berharap aku bisa ke sana lagi...

palopo..mizz u so much.

 



Rabu, 01 September 2010

Alwan

15 mei, hari spesial....
walaupun tak pernah meminta hadiah dariku
setidaknya sudah 20 kali aku mengucapkan selamat karena umurmu bertambah tua.

Seseorang yang selalu bisa kuandalkan...
maaf merepotkan selama 20 tahun ini, karena terkadang meminta sesuatu yang "aneh-aneh" darimu.

Tuhan memang adil, memberiku dua kakak yang berbeda watak setidaknya 180 derajat..hehe.






Akhyar

Berada pada titik awal pertama, ketika bapak dan ibu mendambakan anak pertama dari 9 tahun pernikahan.
Sejak tumbuh bersama terkadang sangat sulit memahamimu sedari kecil (sulit membaca arah pikiranmu kak).
Aku ingat kita selalu bertengkar hanya karena hal sepele.
Ide kita memang tak sejalan, aku tak sanggup berjalan di bawah bayang-bayangmu.
Mungkin karena jarak umur kita sangat berbeda...
Tapi salah seseorang yang bisa kuandalkan adalah dirimu.

Allah menghadiahkanmu sebagai kakakku untuk mengenal jalan pikiranmu yang berbeda dari jalan pikiranmu...

Rabu, 25 Agustus 2010

Jadilah perempuan yang baik

Sosok yang tak banyak bicara...
Ia tak pandai berbasa-basi layaknya bapak yang lain.
Namun, jika sekali berkata, langsung mengena.

10 tahun lalu....
bapak mengatakan padaku "jadilah perempuan yang baik"
Kalimat yang sederhana dan gampang yang pernah aku dengar.
Waktu berlalu....
Waktu pula yang mengajariku...
Kurasakan betapa berat tantangan untuk menjadi seorang perempuan yang bapak impikan..
tapi aku tak menyerah...
karena aku sangat mencintaimu bapak...

Senyummu selalu membuat segalanya lebih ringan....






Rabu, 11 Agustus 2010

happy fun anhy.....


menyenangkan hati si anhy...
mungkin membelikan satu paket pizza hut yg porsi kecil akan membuatnya senang hehe.., (semalam ia bilang ingin makan pizza)
mungkin aku adalah orang yang boros tanpa perhitungan
tapi...
aku percaya, Allah selalu memberikan reski yg berlebih untuk memberi kepada yag lain.

membuat orang lain senang akan membuat hatimu bahagia,....
maaf aku tak bisa memahamimu dirimu adik kecil....
sepaham kak anti yg bisa membuatmu gelak dalam tertawa dan menangis bersama.
tapi itu adalah caraku membuatmu senang....
walaupun mungkin tak dianggap dan tak berkesan dan membuatmu senang. yahhh aku bukan tipe orang yg suka mengatakan isi hati aku lebih suka berbuat daripada berbicara dengan memberi perhatian.
tapi....itulah caraku.
seutas senyum akan membuatku senang...
happy fun bawell...
selama masih ada waktu dan aku masih di sini. mengapa tidak??

Senin, 09 Agustus 2010

i will be miss you guys...
4 tahun...
saat kebersamaan merangkul kita.
kalian menjadi cermin dalam bayanganku...
thank for all.

suatu saat kita akan bertemu di tempat lain
dalam keadaan yang berbeda
tentunya dengan semua mimpi kita.
we will be a good teacher...
dear imaji....
konsultasi pertama sangat banyak perbaikan...
tapi baguslah, mom siap membantuku...(thanks mom)

sehari lagi ramadhan...
mungkin ini ramadhan pertama buka puasa tanpa keluarga.
aku tak pernah berpikir akan ramadhan
yang di kepalaku adalah bagaimana menyelesaikan i ni semua secara cepat dan tepat...
hohoho
aku rindu senyum bapak...
aku rindu main congklang dengan daeng risa'na
aku rindu diganggu kakak2ku.....

aku rindu sawah dan embun itu.

Jumat, 06 Agustus 2010

i do as much i can..lets Allah decide it

dear imaji...
well seminggu ini aku disibukkan dengan surat yang mesti kuurus untuk disposisi (karena aku tak ingin bayar SPP, hanya untuk ujian meja huhuhu).
selama 4 hari aku mengunjungi perpus untuk mencari bahan yang baru.
Selama 4 hari ini juga aku harus menghindar dari doden pembimbingku (mengapa??)
aku belum siap menyerahkan hasil perbaikan yg kemarin gara-gara mengebut surat2 itu,,,(tanda tangan + stempel daripihak birokrat dari atas ke bawah).
dan tak terduga....opsss..ketika meminta tanda tangan kepala BAAK, mom melihatku..
(OMG...) tapi untung beliau mengerti kegelisahanku karena uang SPP itu huhuhu..
thank you mom.

hmmmm....
akhirnya setalah rampung hari ini.
hasil seminar yang kuajukan yang semula setebal kitab
kini setipis buku diari huhuhu...
banyak data yang harus aku buang untuk menjadikannya penelitian deskriptif dan variabel tunggal.
bukan kekurangan bahan sih...
tapi hanya satu variabel, jadi tinjauan pustakanya juga berkurang
yang menjadi masalah adalah bagaiman mendeskripsikan hasil belajar itu huhuhuuhuhu....
ahhhh....
mudah2an mom membantu isi dari peneltian ini,..
aku harus "menjadi" seperti pak doktor untuk mengerti pemikirannya....

well....
i do as much i can...
lets Allah decide it

Selasa, 03 Agustus 2010

seminar hasil...

dear imaji....
seminar hasil ternyata ditunda sebanyak dua kali
tapi alhamdulillah hari jumat berlangsung ketika pukul 1

penyelaras pak doktor tabrani gani menyarankan aku untuk mengganti judul ke arah yang lebih deskriptif dibandingkan penelitian tindakan kelas (aku tahu kalau bapak ini sangat tidak suka dengan penelitian yang berbau tindakan kelas, beliau berkata "sangat sulit mempertanggungjawabkan materi PTK sementara kalian belum bisa, yg layak mengadakan penelitian itu adalah guru yang sudah profesional,..hmmmm "aku malah dituduh sok jagoan". mahasiswa S1 hanya bisa berteori namun untuk mempertangunggjawabkannya sangat rumit).

so how???
aku mengikuti saran beliau dan peembimbing
hasilnya aku...bingung dan pusing sekarang hahaha...
mungkin itu adalah cara mendidik beliau
teringat mata kuliahnya tak ada catatan sedikitpun.
hanya berdialog filsafat "mengapa dan "bagaimana"
well....
kuikuti prosesnya.

Senin, 26 Juli 2010

Dear imaji....
seminar hasil sehari lagi...
sepertinyahrus belajar keras
mengingat penyelaras kali ini sangat kontra denganku...
hmmm..
Ya Allah help me...

Kamis, 22 Juli 2010

pusaran....

Dear imaji...

aku sampai di pusaran ini,..
layaknya pendahulu-pendahuluku...

aku sampai di pusaran ini setelah perjalanan yang jauh bersama mereka.
kini....
aku berdiri di tepian pusaran ini,
aku takut...
aku tak mampu melompati pusaran ini karena langkahku sangat kecil.
aku takut....
akan terbawa dan ikut dalam pusaran ini hingga tiba dalam palung yang dalam.
aku takut....
dayungku akan patah karena tak mampu menentang arus.

akupun berpikir mengapa aku melakukan perjalanan ke pusaran ini hingga pada ujungnya akupun takut untuk melewatinya??

must be strong....

Senin, 28 Juni 2010

2 minggu = 2 tahun

Ya Allah bagaimana bisa mereka menutup kampus untuk mahasiswa sedangkan kami sedang deadline untuk tugas akhir.


Birokrasi bilang "ini demi menciptakan suasana kondusif" dan memudahkan polisi untuk menyelidiki kasus ini.
Kami setuju dengan keputusan ini, asalkan kebijakan yang lain diundurkan pula terkhusus mahasiswa yang menyelesaikan tugas akhir.
Seperti deadline pembayaran spp dan pengunduran waktu yudisium dan pendaftaran wisuda.
Sehingga ada ganti dari waktu yang terbuang selama dua minggu.
Di lain pihak kami tak boleh berkonsultasi selama 2 minggu di kampus.
Bagaimana bisa??ini tak adil pak birokrat....
Di lain pihak, bukan hanya kami yang menghadapi stress tapi orang tua kami juga yang mendesak untuk selesai secepatnya...


2 minggu seperti 2 tahun untuk kami.


nb : dalam keadaan stress berat dan tertekan menunggu kebijakan berikutnya.

Minggu, 27 Juni 2010

Untukmu...

Jika kau tak mendengar bisikku..
biarkan aku menjadi menjadi angin yang berbisik, bersemilir dan berderu
hingga kau berpaling
Menyaksikan aku berputar dalam pusaran
kerinduan padamu...


Jumat, 25 Juni 2010

Es krim versus Kerangka













VERSUS






Pondok putri ayu, selasa pukul 13.00 versi parangtambung.

"Aishh, makan es krim ko lagi mit?" (dalam dialek bugis bulukumba).
"Kamma biasa...." jawabku.
"Sepertinya kau tak bisa dipisahkan dengan benda yang satu ini, ayolah itu makanan anak-anak, masih banyak yang bisa kau makan daripada itu, hehe.." candanya.
"Tapi apa kau tahu, perbedaan mendasar dirimu dengan anak-anak saat makan es krim?"
apa?
Kalau anak-anak makan es krim vanilla sambil tersenyum dengan riang maka kamu makan es krim vanilla sambil berkhayal (sambil mengerlingkan mata kirinya*)
opppss...ke belakang dulu ya...hahaha :D.
"Berhentilah menggodaku lagi, dasar nenek hera"

Dear Imaji, entahlah...
Setiap aku makan es krim vanilla saat stress aku merasa nyaman. Orang lain jika stress mungkin akan mencari seseorang untuk berbicara dengannya setidaknya berbagi tentang masalah mereka. Namun, berbeda denganku...es krim.
Dingin dan lembutnya menyeruak masuk ke dalam lidahku dan terkadang ku bayangkan dirinya kembali..*OOPppss..:)

Bontonompo, 1993.
Daeng sarring membunyikan lonceng, semua siswa SMP segera beranjak dari kantin dengan malas masuk ke dalam kelas. Kulihat ibuku merapikan buku-buku dan absen yang ia ingin bawa ke dalam kelas. Tiba saatnya bu guru geografi ini menyampaikan palajaran tentang dunia, dunia peta dalam benua dan samudra. Aku yang sudah terbiasa melihat itu, segera berdiri mengikuti ibu masuk ke dalam kelas, kulihat ibu memutarkan pandangannya ke seluruh kelas (itu berarti ibuku sedang menghitung jumlah siswa yang hadir saat itu). Sehabis mengabsen, sesegera dia menjelaskan materi dengan metode tertentu *aku yang saat itu belum mengerti, hanya melihat dia sibuk menjelaskan.

Karena merasa bosan, akupun keluar kelas, seperti biasa aku sering berkeliling sekolah, aku tahu setiap detail ruangan di sekolah ini, bahkan gudang kosongpun sering aku masuki he..he..8).
Kali ini aku mencari teman-teman kecilku yang lain, anak guru-guru lain yang sebaya denganku, kutemukan dia, aras. Aras memiliki sifat yang periang, berani dan selalu ingin tahu, terkadang ia mengajakku berkeliling sekolah memasuki ruangan-ruangan yang belum pernah aku jamah di sekolah. Bahkan ruangan yang tak boleh dimasuki siswapun berhasil kami masuki, itu karena akal si Aras.

Kami membuat tempat kami sendiri (seingatku ada ruangan kelas yang tidak dipakai lagi, biasanya ditempati bangku-bangku yang sudah rusak atau buku-buku yang tak dipakai lagi), di ruangan itu kami membuat ruangan tersendiri (layaknya ruangan kepala sekolah yang bagus itu) dengan meja dan bangku masing-masing terkadang kami bermain kartu dan bersandiwara atau sekedar membagi permen karet yang telah kami kumpulkan dari hasil permainan gasing dari anak-anak lain he2x (well, masa kanak-kanak adalah masa untuk berkhayal yang aneh-aneh).

Hari itu, kudapatkan dia sedang asyik bermain pasir di lapangan lompat jauh.
"Aras sedang apa?" kulihat dia asyik membasahi pasir dengan air minum yang ia bawa, air yang meresap perlahan-lahan ke dalam pasir membuat ia tertarik untuk mengulang-ulangnya di area yang lain.
"Mit, ada tempat baru..."
"Kemarin, aku masuk di dalamnya, tempatnya menarik"
"o ya??di mana?"
Segera ia berdiri dan berjalan cepat, tanpa isyarat apapun aku mengikutinya.
Sebuah ruangan gelap, nampaknya tak pernah dipakai dan satu lagi "tidak terkunci", mungkin Daeng sarring lupa untuk menguncinya.

Aku dan Aras masuk.
Aku melihat banyak barang-barang aneh, sebuah toples berukuran besar dan lumayan tinggi untuk ukuran anak kecil sepertiku. Seekor ayam yang kehilangan bulu dan telah terbelah badannya sehingga kita bisa melihat isi perutnya, ayam ini terendam dengan cairan berwarna kuning bening (eyyyakkkk :P) dan toples tertutup rapat (kelas 2 SMP, aku baru tahu kalo itu adalah ayam yang direndam dengan formalin sehingga lebih awet, biasanya digunakan oleh guru biologi sebagai alat peraga).

Lama kuamati awetan itu namun tanpa sadar aku kehilangan jejak Aras.
Naluriku yang penakut seketika membuat segera mencari Aras, berkali-kali kupanggil namanya, namun ia tak menyahut sedikitpun.
Dari sudut ruang itu, terdengar suara gemerisik karena penasaran akupun ke sana. Berjalan pelan-pelan dengan rasa takut yang meradang karena ketahuan penjaga sekolah atau takut karena sesuatu yang aneh akan muncul di sana seperti yang sering aku tonton di film horor tapi karena rasa ingin tahu yang tinggi membuat langkahku tetap ke sana.

Aku membuka pintu ruangan,..
Ya Tuhan aku melihat Aras bersalaman dengan seseorang.
Seseorang yang lebih tinggi dari kami, seseorang yang aneh.
Seseorang tanpa daging, putih dan kosong.
Seseorang yang sering aku lihat di film horor bersama kakakku.


Entah apa, refleks aku berteriak histeris.
Memanggil ibuku....
Kulihat Aras dengan entengnya mengangkat tangan kerangka itu dan menunjukkannya padaku.
Aku semakin berteriak dengan teriakan yang lebih keras dari sebelumnya.
Sontak, ibuku yang tadi mencari sejak pelajaran habis langsung berlari ke arah ruangan itu *setelah kejadian aku baru tahu itu adalah laboratorium biologi.
Sesegera ibuku mendiamkanku sambil mengatakan itu hanya mainan *he???adakah mainan menyeramkan seperti itu, macam mana?
Aku hanya menangis sesengukan sambil menyembunyikan wajahku di balik pelukannya.
Sungguh, waktu itu aku dipenuhi rasa takut yang sangat, sangat takut bahkan badankupun bergetar.
Aku sempat demam dua hari karena kejadian ini.
Sejak hari itu, aku tak pernah bermain lagi dengan Aras *ngambek mode on.
Dia selalu mencariku di ruang guru tapi aku tak ada bahkan di ruang kamipun, akupun tak pernah ke sana.
Aku mendapatkan tempat nyamanku tersendiri yaitu di perpustakaan.
Setelah lama mencari, akhirnya dia mendapatiku membolak-balik buku bergambar di ruangan ini.
Mungkin dia juga kesepian...

Dengan senyum tak bersalah ia datang, aku cemberut saja.
"Aku punya sesuatu untuk mita"
Sambil menyodorkan es krim vanilla dan memberikan senyum khasnya untukku. (senyum anak kecil dengan rasa bersalah).
Kalau tidak mau, ntar nyesal lho, ini es krim kubeli di toko depan sekolah.
aku luluh juga dengan sogokan es krim itu *bodoh mode on.
Taktiknya berhasil namun ia tak membawaku ke ruangan yang aneh lagi (bersalah kali ya..).
Kesalahannya membuatku demam dua hari terhapus hanya dengan satu buah es krim vanilla.*tanpa mengucapkan kata maaf.
Hallowwww...mit, di mana logikamu??mungkin saat aku masih kecil jadi tak terpikir lagi. Yang kupikir hanya manisnya es krim vanilla.
Seharian kami bermain sampai jam pulang sekolah seperti biasa dia langsung ke meja Ayahnya.
Esoknya..aku tak pernah melihatnya lagi di sekolah, kata ibu, ayahnya dipindah tugaskan ke daerah lain.

Imaji...
jika kuingat kejadian itu, aku seharusnya tak menerima es krim vanilla itu, biar dia mencariku dan setidaknya dia mengucapkan kata maaf atau selamat tinggal padaku.
Kadang aku tersenyum dari mana seorang anak kecil berusia 5 tahun mendapatkan taktik membujuk seperti itu,..he???dari film kartun atau apa ya?
Tapi es krim vanilla itu kini membuatku tenang jika aku merasa takut atau moody.

17 tahun lewat sudah dan aku tak tahu di mana kamu sekarang, Aras.

Dan lain kali jika kau menyodorkan es krim padaku, aku tak akan menerimanya lagi karena aku tak akan memaafkanmu lagi meninggalkanku tanpa ucapan selamat tinggal.

Aras jelekkkk....:P.





Cerminku dan cerminku


Didekasikan untuk sekolahku...

Awal mula...
Sejarah membentuk wujudku.
Tahun lepas, bulang terguling, minggu tergelincir.
Dan loncengpun terlelap.
Dan mempertemukan semua dalam satu ruang.
Bersama tiang-tiang dan dinding menahan nafasku.
Duka terbungkus senyum.

Di suatu titik waktu.
Meluap, menutup kisah untuk melukis semua sejarah.
Dalam genggaman di atas hati dan jiwa.
Agar segala cinta, di bawah telapak-telapakmu.
Melihat kembali bayang wajahmu,merangkai semuanya.
Tanda dan sejarahmu.

Karena cinta
Satu dalam rasa
Cerminku..cerminmu.